Terminologi Lalat

Lalat (musca) adalah sejenis serangga yang tidak perlu diperkenalkan lagi. Ia tergolong dalam ordo Diptera dan dikenal sebagai satu agen penyebar penyakit, disebabkan cara hidup dan sifatnya yang sering terbang ke tempat yang kotor. Namun begitu, tahukah kita betapa istimewanya ciptaan Allah bernama lalat ini? Menurut definisi Perancis kuno atau mungkin sekarang, lalat adalah sebutan untuk seorang mata mata (spionase) yang dikarenakan lalat bisa hinggap dan hidup dimana saja, baik tempat paling kotor atau tempat paling bersih, di tahun 1970-an lalat membantu para ahli forensik USA dalam memecahkan misteri pembunuhan, dan ribuan lensa pada mata lalat dijadikan inspirasi oleh para ahli Teknologi.

Seperti halnya saya, yang berkesempatan mencoba mengulas semua yang kebetulan melintas di pikiran dan hidup saya.

Tuesday, 14 June 2011

Talitha Maharani Makruf

Yah ... anakku cewek ... aku sangat menyayangimu, aku akan berusaha mendapatkan apa yang kamu butuhkan .. meski kantong lagi seret pun ga masalah lah ...

Saya akan merasakan apa yang kamu rasakan, akan aku jaga kamu sampai kamu mampu menjaga diri sendiri, tidak perduli kamu besok akan menjadi apa ...

Wednesday, 2 March 2011

Calon Ketum PSSI ....(2)

Bambang Nurdiansyah (lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 28 Desember 1958; umur 52 tahun) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia.[1] Mulai musim 2008 ia melatih Arema Malang di Liga Super Indonesia,[2] namun mengundurkan diri setelah baru menjalani 4 pertandingan karena merasa ditekan kelompok pendukung Arema, Aremania.[3] Ia kemudian melanjutkan musim 2008/09 dengan menjadi pelatih PSIS Semarang. Sebelumnya ia pernah melatih klub Pelita Krakatau Steel pada tahun 2006. Pada musim 2005 ia melatih di PSIS Semarang, namun pindah karena ingin mendekatkan diri dengan keluarga. Selain itu, Bambang juga pernah melatih Persita Tangerang.

Di sela jeda Liga Indonesia musim 2005 dengan musim 2006, Bambang sempat ditunjuk oleh PSSI untuk melatih sementara Indonesia untuk pertandingan melawan Afrika Selatan dalam rangka ulang tahun Golongan Karya.

Ia juga pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola putri pada SEA Games XXII.

Sebelum menjadi pelatih, ia adalah seorang pemain sepak bola dan pernah memperkuat Pelita Jaya dan tim nasional Indonesia selama 11 tahun (1980-1991). Posisinya adalah penyerang (striker).

Calon Ketum PSSI, Kok dibilang ga ada ya ..??? (1)

EE Mangindaan


Mantan Gubernur pecinta bola idamkan
Indonesia yang kuat dan Makmur

Sosok Evert Erenst Mangindaan sangat familiar di daerah Sulawesi Utara (Sulut), bahkan hampir semua orang mengenalnya! Mantan Gubernur Sulut yang sangat menggemari Sepak bola sudah malang melintang didunia politik.
Sejak era Orde Baru dirinya telah mengawali karier politiknya melalui Partai Golkar bahkan pada tahun 1995-2000 Mangindaan mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sulut.
Seiringnya perubahan, di era reformasi, Mangindaan mengidamkan negara Kesatuan Indonesia yang lebih kuat dan baik sehingga dapat tercipta Indonesia yang sejahtera dan makmur,
Oleh sebab itu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono mendirikan Partai Demokrat, Mantan Gubernur ini dengan yakinnya berpindah gerbong dan memilih Partai Demokrat sebagai tumpuannya dalam menyalurkan aspirasi dan impiannya terhadap kemajuan Indonesia di masa mendatang.
Keterlibatannya di Partai Demokrat mendapat apresiasi oleh pendukung partai tersebut, dengan kualitas, kompetensi dan kepiawaiannya menbuat dirinya ditunjuk menjadi Sekjen Partai Demokrat.
Pada pemilu 2004 lalu, ayah tiga orang anak kelahiran Solo, Jawa Tengah tahun 1943 ini, dipasang partainya sebagai calon legislatif dari Sulawesi Utara. Karena besarnya dukungan dari warga Sulut akhirnya suara Mangindaan membludak sehingga dirinya terpilih sebagai anggota legislatif Partai Demokrat dari Sulawesi Utara.
Keterlibatan Mangindaan sebagai seorang wakil rakyat terutama di Komisi II yang membidangi pemerintahan daerah dan dalam negeri sangat menonjol sehingga dirinya terpilih sebagai Ketua Komisi II DPR. Itikad dan tekad yang kuat di dalam dirinya serta harapannya terhadap Indonesia yang akan datang ditunjang oleh kemam
Mangindaan biasa dipanggil, sangat menggemari sepak bola, bahkan saking hobinya dengan sepak bola mantan Pangdam VII/Trikora ini sukses menghantarkan Persija Banda Aceh menjuarai kompetisi Divisi Utama Perserikatan di tahun 1977. saking terkenalnya mangindaan di wilayah Sulut, penggemar Sepak bola Sulut menggelar Piala EE Mangindaan, hal tersebut menunjukkan betapa masyarakat Sulut menghargai dan menghormati Mangindaan sebagai salah seorang tokoh nasional di dunia sepak bola Indonesia.

Friday, 7 January 2011

Kala sportifitas makin menipis ....

Terasa sangat pengap kala dunia sepakbola yang saya cintai sejak kecil, dunia yang penuh kebersamaan, persaudaraan dan sportifitas mulai dimasuki secara paksa oleh politik yang penuh rekayasa, intrik dan konspirasi.

Lihat saja perkembangan sekarang, dimana kedigdayaan sepakbola sudah mulai diubah menjadi kekuasaan partai politik yang pada dasarnya sungguh memalukan. Memang dilihat dari kacamata timnas kinerja PSSI terlihat sempurna, tapi itu hanya sebagian kecil dari kerja besar PSSI, yang gagal menetapkan fairplay yang tiap pertandingan dikibarkan benderanya, pengaturan skor, mafia wasit, sampai masalah keuangan yang seharusnya menjadi milik klub 100%, dulu mata kita masih belum terbuka saat semua klub menggunakan APBD secara penuh, tapi itu akan membuat klub menjadi kerdil, tidak berkembang dan semi pro.

Sejak tuntutan sepakbola modern yang mengharuskan klub berbentuk PT dan tidak menggunakan APBD, baru terbuka lebar mata kita selama ini pengeloaan klub anggota PSSI sembarangan dan baru terasa kalo ga pake APBD apa makanan klub ?? karna smua dana yang seharusnya ke klub tertahan di PSSI ... yang paling memilukan adalah memasukkan nuansa partai politik ke dalam dunia sepakbola, yang seharusnya terlepas dari itu semua, sungguh tercela orang2 yang menggunakan sepakbola untuk mendapatkan simpati dunia politik.

Dengan adanya liga swasta yang menurut saya cuma ada di Indonesia ini sangat terbuka lagi mata kita, apa yang seharusnya didapat oleh klub dan yang tidak makin terlihat jelas dan transparan, meski ada banyak kelemahan yang cukup fatal pada liga swasta tersebut tapi cukup memberikan sedikit penyejuk dan jangan sampai pemain yang selama ini terkorbankan dalam perjalanan kita dalam REVOLUSI PSSI ...

Monday, 2 August 2010

Pindah Ibukota sama Pindah tempat duduk hampir miripkah ??

Fenomena baru di Indonesia adalah pindah Ibukota ... wow ... super Tera Proyek ... kenapa tidak ... ? ya ... proyek kalo menurut saya adalah proyek jalan pintas (sekali lagi ...) daripada menyelesaikan sistem yang cukup rumit memang lebih gampang pindah, meski ancaman yang sama akan datang beberapa puluh taun yang akan datang di Ibukota baru ...
Analisa saya, perpindahan ibukota suatu negara itu harus meperhitungkan beberapa faktor antara lain ..
  1. Faktor Keamanan, jelas itu .. kalo ibukota dekat dengan perbatasan negara kira2 sendiri aman apa enggak ... Coba bandingkan Daerah kalimantan kalo mau diserang negara sebelah gampang banget, beda jika ada di Jakarta, setau saya minimal harus punya kapal induk.
  2. Faktor Alam, mungkin di Jakarta pada takut tsunami jadi mau pindah ... tapi kapan tsunaminya ..?? atau sekedar paranoid aja ??
Makanya kalo menurut saya sih ada beberapa pertanyaan sebelu pindah Ibukota ...
  1. Akivitas yang bikin macet itu aktivitas apa ? Aktivitas pemerintahan (anggota DPR bikin macet..) atau aktivitas bisnis (orang kerja atau meeting) jawabnya aktivitas bisnis kan? kenapa pusat pemerintahan yang dipindahkan ?? kayanya ga nyambung, kenapa ga pusat bisnis aja yang disebar ke seluruh Indonesia
  2. Yang menyebabkan urbanisasi tu apa ? ke Jakarta pingin cari kerja, apa ke Jakarta pengen deket sama Presiden aja ...?? Jawabnya ya tetep pengen kerja lah ... jadi dua jawaban penyebabnya Jakarta penuh aktivitas bisnis...
  3. Punya duit berapa pindah Ibukota ?? Jawabnya baru renovasi pagar istana negara aja udah habis milyaran, gimana bangun istananya ... dan ingat ya, sebelum bangun suatu proyek harus survey, pemetaan, land clearing, uruk dan pengurukan .... apa mau utang lagi ya ??
Kesimpulannya, ya mending ga usah mikir macem2 lah ... sejahterain aja dulu masyarakat,dengan cara menyebar pusat2 bisnis ke seluruh Indonesia, maka akan menyerap tenaga kerja yang banyak, kalo dah kenyang di kampung kan ga mungkin pergi ke Jakarta, akhirnya Jakarta bisa terkendali ..... Ingat, pindah ibukota itu ga kaya pindah kursi aja ... kalo pindah tempat duduk sih bisa gratis, dan kita tidak hidup di jaman Nabi Sulaiman a.s yang membuat istana sekejap mata ... apa mau ngerahin pasukan jin ???