Jakarta, Demi meningkatkan layanan televisi (TV) berbayarnya lewat saluran kabel, Telkom mengungkap akan segera melakukan tambahan pembangunan jaringan sebanyak 500.000 sambungan di lima kota besar, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang dan Bali
Demikian menurut VP Public and Marketing Communication PT Telkom Eddy Kurnia. "Layanan Pay TV Telkomvision khususnya yang berbasis TV kabel saat ini telah berjalan baik di beberapa kota besar," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Minggu (6/5/2007).
Di kelima kota besar itu nantinya, Telkom akan menawarkan produk bundling dengan Telkom group berupa layanan Internet serta layanan lainnya seperti home shopping, video phone, home banking, interactive games dan Closed Circuit Television (CCTV).
Sejatinya layanan TV berbayar itu akan dikembangkan melalui anak perusahaan Telkom, yakni Telkomvision yang bergerak di bidang TV Berbayar (Pay TV), baik TV Satelit (direct to home, DTH) maupun TV Kabel (Digital CATV Broadband).
Sebelumnya Eddy juga menyatakan, Telkom akan menggeber layanan TV berbayarnya melalui satelit. Di kota-kota besar, TV Satelit Telkomvision akan dilengkapi dengan produk Telkom Speedy.
Eddy menjelaskan, layanan TV Satelit akan ditawarkan di daerah yang belum tersedia layanan TV Kabel. "Sehingga seluruh kebutuhan pelanggan dapat terlayani," tandasnya.
(rou/rou)
Terminologi Lalat
Lalat (musca) adalah sejenis serangga yang tidak perlu diperkenalkan lagi. Ia tergolong dalam ordo Diptera dan dikenal sebagai satu agen penyebar penyakit, disebabkan cara hidup dan sifatnya yang sering terbang ke tempat yang kotor. Namun begitu, tahukah kita betapa istimewanya ciptaan Allah bernama lalat ini? Menurut definisi Perancis kuno atau mungkin sekarang, lalat adalah sebutan untuk seorang mata mata (spionase) yang dikarenakan lalat bisa hinggap dan hidup dimana saja, baik tempat paling kotor atau tempat paling bersih, di tahun 1970-an lalat membantu para ahli forensik USA dalam memecahkan misteri pembunuhan, dan ribuan lensa pada mata lalat dijadikan inspirasi oleh para ahli Teknologi.Seperti halnya saya, yang berkesempatan mencoba mengulas semua yang kebetulan melintas di pikiran dan hidup saya.
Sunday, 6 May 2007
Saturday, 28 April 2007
Microsoft Siap Gelar Survei Pembajakan, Mau Dirazia?
Jakarta(DetikInet), Microsoft Indonesia akan melakukan survei produk bajakan yang mendompleng aplikasi buatannya di pasaran. Mau dirazia?
Anti Suryaman, License Compliance Manager PT Microsoft Indonesia mengatakan, tujuan dilakukannya program ini untuk melihat seberapa besar produk keluaran perusahaannya yang telah dibajak.
"Kalau kita misalnya mau melihat besarannya berapa persen produk kita yang dibajak kan tidak bisa cuma menduga berdasarkan laporan yang masuk, kita harus tahu sebetulnya berapa persen," ujar Anti di sela-sela acara Malam Penganugerahan Penghargaan Kepedulian dan Penegakan HKI 2007 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis malam (27/4/2007).
Jika survei tersebut terlaksana, ini merupakan survei pertama yang dilakukan Microsoft karena sebelumnya mereka masih tergantung dari pihak lain sebagai laporan. Sehingga diharapkan dari hasil survei tersebut dapat menjadi suatu bahan evaluasi untuk menurunkan tingkat pembajakan.
Anti memperkirakan, kemungkinan pelaksanaan baru bisa terealisasi sekitar bulan Juli 2007 dengan menggandeng pihak ketiga yang lebih berkompeten. Saat ini pihaknya masih dalam taraf diskusi internal lebih dulu, dengan masih mengupayakan sistem edukasi sebagai penangkal pembajakan.
"Khusus untuk Vista, ketika kita belum mengeluarkannya dan produknya pun belum jadi, tahu-tahu sudah ada barang bajaknnya di pasaran. Jadi survei ini memang perlu dilaksanakan," tegasnya
Sementara itu, terkait kinerja Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dalam setahun belakangan Anti menganggap, masih terlalu dini untuk dinilai.
Pemerintah disarankan perlu agenda yang konsisten. "Dalam satu tahun ini fokus apa, tahun kedua fokusnya apa. Saya yakin kok dalam tiga tahun piracy kita bisa turun 10 persen," tandasnya
Anti Suryaman, License Compliance Manager PT Microsoft Indonesia mengatakan, tujuan dilakukannya program ini untuk melihat seberapa besar produk keluaran perusahaannya yang telah dibajak.
"Kalau kita misalnya mau melihat besarannya berapa persen produk kita yang dibajak kan tidak bisa cuma menduga berdasarkan laporan yang masuk, kita harus tahu sebetulnya berapa persen," ujar Anti di sela-sela acara Malam Penganugerahan Penghargaan Kepedulian dan Penegakan HKI 2007 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis malam (27/4/2007).
Jika survei tersebut terlaksana, ini merupakan survei pertama yang dilakukan Microsoft karena sebelumnya mereka masih tergantung dari pihak lain sebagai laporan. Sehingga diharapkan dari hasil survei tersebut dapat menjadi suatu bahan evaluasi untuk menurunkan tingkat pembajakan.
Anti memperkirakan, kemungkinan pelaksanaan baru bisa terealisasi sekitar bulan Juli 2007 dengan menggandeng pihak ketiga yang lebih berkompeten. Saat ini pihaknya masih dalam taraf diskusi internal lebih dulu, dengan masih mengupayakan sistem edukasi sebagai penangkal pembajakan.
"Khusus untuk Vista, ketika kita belum mengeluarkannya dan produknya pun belum jadi, tahu-tahu sudah ada barang bajaknnya di pasaran. Jadi survei ini memang perlu dilaksanakan," tegasnya
Sementara itu, terkait kinerja Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dalam setahun belakangan Anti menganggap, masih terlalu dini untuk dinilai.
Pemerintah disarankan perlu agenda yang konsisten. "Dalam satu tahun ini fokus apa, tahun kedua fokusnya apa. Saya yakin kok dalam tiga tahun piracy kita bisa turun 10 persen," tandasnya
Subscribe to:
Posts (Atom)